Ketika saya sedang mempelajari bagaimana mendatangkan trafik, saya tertarik untuk fokus mendatangkan trafik lewat social media seperti twitter, facebook, google plus, dan lainnya. Saya sempat kaget juga mengenai temuan saya ini. Setelah diamaati, ada pergeseran yang cukup menarik antara facebook dan Google dan saya baru menyadarinya sekarang.
Disadari atau tidak, coba perhatikan. Ketika kamu mencari informasi pasti yang kamu lakukan adalah, pergi ke google lalu mengetikan keyword yang kamu cari. Tetapi apakah semua orang sekarang melakukan hal yang sama? ketika facebook belum seramai sekarang mungkin jawabannya “ya”, tetapi setelah facebook menjadi populer (khususnya di Indonesia) orang-orang mulai mencari informasi yang dia dapat dengan bertanya ke temannya di facebook.
Facebook memliki magnet “like”
Magnet yang saya maksud adalah rekomendasi atau like, mereka yang melakukan like terhadap suatu situs otomatis akan ter-”record” di wall facebook mereka. Ketika seorang teman memiliki ketertarikan hal yang sama terhadap hal tersebut, otomatis dia akan meng-klik link tersebut atau membagikannya ke teman yang lain.Masih sulit dipahami? begini, contohnya anda akan mencari aksesoris PC. Mungkin, pertama yang akan kamu lakukan adalah mencarinya di google. Tetapi apakah kamu akan langsung melakukan penjualan? saya rasa tidak, kamu hanya mencari informasinya saja.
Untuk kasus yang kedua adalah melalui facebook, ketika kamu mencari aksesoris PC tersebut, kamu bertanya ke kerabat atau menuliskan di wall kamu bahwa kamu mencari aksesori PC tersebut. Ketika beberapa teman kamu memberikan rekomendasi, besar kemungkinan kamu juga akan melakukan transaksi dari situs yang direkomendasikan. Secara tidak langsung, facebook telah sukses memberikan efek viral.
Google, Trafik turun karena AGC
Hal ini yang paling tidak saya suka, AGC. AGC atau “Auto Generated Content” adalah tulisan/atau konten otomatis yang dibuat oleh robot. Keakuratan dari konten tersebut sangat kecil, mekipun tulisannya panjang. Seringkali kita terjebak dengan hal yang satu ini.Bagi seorang blogger/webmaster, AGC mungkin bisa mendatangkan trafik dan menjebak visitor untuk melakukan “ppenjualan/konversi”. Tetapi, bagi google AGC merupakan hal yang buruk. Mekipun goole telah melakukan berbagai update untuk mencegah AGC ter-index, tetapi seringkali saya melihat ada beberapa AGC yang lolos.
Pendapat saya, secara tidak langsung AGC memberikan nilai yang buruk bagi google. Ketika user mencari informasi yang akurat dalam hal ini facebook masih memberikan yang terbaik, kelemahannya adalah waktu untuk menunggu rekomendasi dari kerabat.
Google vs Facebook
Coba perhatikan, sangat jelas bahwa dalam beberapa tahun belakangan google kalah dari facebook. Oh yah, saya melakukan riset kecil-kecilan ini hanya trafik Indonesia saja. Jika facebook terus populer dan pemakainya tidak bosan, fenomena ini perlahan akan mengubah cara orang mencari informasi.Survey yang saya lakukan kepada teman saya, kebanyakan waktu online yang mereka habiskan adalah lewat facebook. Informasi real time dari facebook membuat orang tidak lagi mencari informasi dari goole, bagi seorang blogger tentu hal ini menjadi peluang baru untuk mendatangkan trafik. Ternyata, untuk mendatangkan trafik yang besar, SEO bukan lagi satu-satunya alat yang ampuh.








0 komentar:
Posting Komentar